
D
I
S
U
S
U
N
OLEH KELOMPOK 2
1.
INDRA
PURNAMA
2.
LOLA
PUSPITA
3.
YANA
RIZKI HIDAYAT NASUTION
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH dan KEGURUAN
IAIN-SU
2013/2014
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Maha besar dan terpujinya Tuhan yang telah menciptakan manusia
dengan keistimewaan tersendiri, berbeda dari makhluk-makhluk lainnya. Dengan keistimewaannya itu manusi diharapkan
dapt hidup bahagia di dunia dan diakhirat sesuai dengan tujuan penciptaannya.
Bab ini meninjau hakikat
manusia dengan berbagai keistimewaannya itu dalam konteks budaya dan
kehidupannya di masyarakat yang berkembang.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Dengan membahas bab ini, kita hendaknya dapat mengetahui
landasan-landasan apa saja yang ada dalam bimbingan konseling yang berhubungan
dengan Islam. Selain itu kita juga dapat
menerapkan landasan-landasan dalam kehidupan bermasyarakat ataupun dalam
lingkungan sekolah, karena keberhasilan atau kegagalan dalam kehidupan individu
akan berdampak positif dan negatif bagi psikis atau mental individu tersebut
terutama dalam hal keberfungsian aspek-aspek kejiwaannya dan kemampuannya dalam
menyesuaikan diri dan lingkungannya.
1.3 TUJUAN
Pada prinsipnya kajian ini ingin mengungkapkan dan menggambarkan
secara jelas sejauh mana konseling Islami berdaya guna dan dapat dimanfaatkan
bagi kemungkinan penyelesain problema kehidupan manusia demi pembinaan dirinya
sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 LANDASAN-LANDASAN KONSELING ISLAM
Setelah
memahami pengertian, tujuan, ruang lingkup, bimbingan dan konseling itu sendiri
seperti yang telah dibahas oleh kelompok sebelumnya, maka dari itu sekarang
kita akan membahas tentang Landasan Konseling Islam yang meliputi Landasan
Filosofis, Landasan Religius, Landasan Psikologis, Landasan Sosial Budaya,
Landasan Ilmiah dan Teknologi, dan Landasan Pedagogis yang akan kita kaitkan
dengan Islam.
Sebelum kita
membagi bagian landasan, mari kita bahas terlebih dahulu pengertian dari
landasan itu sendiri. Landasan adalah
dasar dasar yang harus kita ketahui untuk mengetahui macam-macam kategori
masalah yang sedang dihadapi oleh klien.
A.
Landasan
Filosofis
Kata
filosofi atau filsafat berasal dari bahasa Yunani : philos yang berarti cinta,
dan shopos berarti bijaksana. Jadi filosofis berarti kecintaan terhadap
kebijaksanaan. Disini akan diuraikan
beberapa pemikiran filosofis yang selalu terkait dalam pelayanan bimbingan dan
konseling yaitu tentang hakikat manusia, tujuan, dan tugas kehidupan.
v Hakikat manusia
Pada
hakikatnya berbicara tentang hakikat manusia sangatlah berkaitan dengan Islam,
dimana dalam ajaran Islam kita dianjurkan untuk mencintai apa yang telah
diajarkan oleh Allah SWT. Manusia adalah
makhluk rasional yang mampu berpikir dan mempergunakan ilmu untuk meningkatkan
perkembangan dirinya, manusia juga belajar mengatasi masalah-masalah yang
dihadapinya, semua itu terjadi berkat individu tersebut telah belajar dari apa
yang telah dilihat dan didengarnya.
Selain
itu manusia juga disebut makhluk, di tinjau dari Islam pengertian makhluk ini
memberikan pemahaman bahwa ia terikat pada Khaliknya atau Penciptanya, yaitu
keterikatan sebagaimana menjadi dasar penciptaan manusia itu sendiri. Manusia juga makhluk yang tertinggi dan
termulia derajatnya dan paling indah diantara segenap makhluk ciptaan Sang
Pencipta. Maka dari itu manusia bisa
dijadikan pemimpin bagi makhluk lainnya.
Apabila manusia memiliki ketidaksempurnaan dan kelemahan maka akan
terjadi pembalikan dari yang tertimggi derajatnya menjadi yang terendah
derajatnya. [1]
B.
Landasan
Religius
Dalam
pembahasan ini kita dapat mengetahui beberapa point yang berhubungan dengan
agama kita yaitu Islam, seperti keyakinan bahwa manusia dan seluruh alam
semesta adalah makhluk Tuhan, sama halnya dengan kita yang diciptakan oleh
Allah SWT. Kemudian sikap yang mendorong
perkembangan dan perikehidupan manusia berjalan ke arah dan sesuai dengan
kaidah-kaidah agama, sebagaimana kita telah diajarkan dalam Islam kaidah-kaidah
apa saja yang seharusnya dipakai dalam kehidupan bermasyarakat.[2]
C.
Landasan
Psikologis
Psikologis
itu sendiri membahas tentang tingkah laku manusia individu. Landasan psikologis dalam bimbingan konseling
berarti memberikan pemahaman tentang tingkah laku individu yang menjadi sasaran
layanan (klien). Terkadang ada tingkah
laku yang sejalan dengan norma dan ada yang jauh dari norma agama. Maka dari itu kita harus mengaitkan semua itu
dengan norma-norma yang tepat dalam ajaran Islam. Jika klien memiliki tingkah
laku yang jauh dari norma, maka solusi apa yang kita berikan padanya, misalnya
kita memberikan pengertian tentang akhlak-akhlak terpuji yang di sukai Allah
atau sebaliknya, sehingga dia dapat mengambil kesimpulan sendiri dan mengerti
apa yang harus dia lakukan kedepannya.
Untuk keperluan
bimbingan dan konseling sejumlah daerah kajian dlam bidang psikologi perlu
dikuasai yaitu tentang :
v
Motif
dan motivasi
v
Pembawaan
dasar dan lingkungan
v
Perkembangan
individu
v
Belajar,
balikan dan penguatan
v
Kepribadian
Semua
itu juga harus berdasarkan ajaran yang kita pelajari dalam Islam.
Landasan
psikologis tidak terlepas oleh pengaruh orang tua dan lingkungan. Lingkungan yang baik akan memberikan dampak
yang baik bagi perkembangan jiwa seorang individu yang berkecimpung dalam
lingkungan tersebut. [3]
D.
Landasan
Sosial Budaya
Pembahasan
ini akan dibahas dimensi dari kemanusiaan itu adalah dimensi kesosialan.
Sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri, karena manusia
membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia harus bisa menempatkan dirinya
dengan baik. Di sini manusia dituntut
untuk memiliki akhlak dan moral yang baik, gunanya untuk mendekatkan dirinya
dengan individu yang lain.
Individu
juga bisa disebut sebagai produk lingkungan sosial budaya karena manusia hidup
dengan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa.
Bukan hanya sedikit yang mungkin menimbulkan konflik karena
kesalahpahaman akibat perbedaan tersebut, tetapi kita sebagai individu yang
dapat berfikir dengan jernih maka kita dapat menyelesaikan masalah dengan
ketentuan yang berdasarkan Al-Quran dan hadist, karena dari situ telah
dijelaskan semua permasalahan yang ada di muka bumi ini.
E.
Landasan
Ilmiah dan Teknologi
Pelayanan
bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang profesional yang memiliki
dasar-dasar keilmuan, baik yang menyangkut teori-teorinya, pelaksanaan
kegiatannya, maupun pengembangan-pengembangan pelayanan itu secara
berkelanjutan. Peran ilmu ini dalam bimbingan dan konseling bersifat
multireferensial yang artinya ilmu dengan rujukan berbagai ilmu yang lain. Pengembangan
ilmu bimbingan konseling ini dapat dilakukan dengan penelitian. Dengan adanya penelitian maka kita
mendapatkan bukti tentang ketepatan atau keefektifan dilapangan.
F.
Landasan Pedagogis
Setiap
masyarakat, tanpa terkecuali, senantiasa menyelenggarakan pendidikan dengan
berbagai cara dan sarana untuk menjamin kelangsungan hidup mereka. dikatakan bahwa pendidikan itu merupakan
salah satu lembaga sosial yang universal dan berfungsi sebagai sarana
reproduksi sosial (Budi Sosial, 1992).dengan reporduksi sosial itulah
nilai-nilai budaya dan norma-norma sosial yang melandasi kehidupan masyarakat
itu diwujudkan dan dibina ketangguhannya.
Dan berbagai cara dilakukan masyarakat untuk mendidik anggotannya,
seperti menceritakan dongeng-dongeng mitos, menanamkan etika sosial dengan
memberitahu, menegur dan keteladanan; melalui permainan, terutama yang
memperkenalkan peran-peran sosial,serta lain-lain kegiatan di antara teman
sebaya, dan kerabat. Kegiatan pendidikan
itu kini dilakukan di sekolah maupun diluar sekulah dengan menggunakan alat
bantu yang didukung dengan teknologi modren.
Pada
bagian ini pendidikan akan ditinjau sebagai landasan bimbingan dan konseling
dari tiga segi, yaitu pendidikan sebagai upaya pengembangan manusia dan
bimbingan merupakan salah satu bentuk kegiatpendidikan, pendidikan sebagai inti
proses bimbingan dan konseling, dan pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan
pelayanan bimbingan dan konseling.
Allah
swt,memberikan penjelasan bahwa di antara tugas rasulullah saw. Di utus ke muka
bumi ini adalah untuk menyampaikan kebenaran dan pengajaran kepada manusia. Hal
ni sesuai dengan pirman Allah pada surah yunus ayat 57 Allah SWT berfirman: “
Hai manusia, sesungguhya telah datang kepadamu pelajaran dari tuhanmu dan
penyembuh dari penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta
rahmat bagi orang-orang yang beriman (Q.S.10-57).
Berdasarkan
ayat dan hadis ini dapat di simpulkan bahwa Al-Qur’an dan Sunnah Rasul
merupakan landasan ideal dan konseptual dari Bimbingan dan Konseling Islam.
Al-Qur’an dan sunnah Rasul juga dapat di artikan sebagai landasan utama dalam
bimbingan dan konseling, islami, karena Al-Qur’an dan hadis dalam pandangan
islam merupakan landasan Naqiyah. Di samping landasan Naqiyah, bimbingan
konseling islam juga memerlukan landasan ‘Aqliyah, dalam hal ini termasuk
filsafat islam dan landasan ilmiah yang sejalan dengan ajaran islam.
Landasan
filosofis islam penting artinya bagi pengembangan dan kelengkapan bimbingan
konseling islam,karena ia mencakup:
a.
Falsafah
tentang dunia islam manusia
b.
Falsafah
tentang manusia dan kehidupan
c.
Falsafah
tentang pernikahan dan keluarga
d.
Falsafah
tentang pendidikan
e.
Falsafah
tentang masyarakat
f.
Falsafah
tentang upaya mencari nafkah atau kerja dsb.
Disamping itu,
disiplin ilmu yang dapat memperlengkap, membantu dan dijadikan landasan gerak
operasional bimbingan dan konseling Islam adalah:
1.
Ilmu
jiwa (psikologi)
2.
Sosiologi
3.
Ilmu
komunikasi
4.
Ilmu
hukum islam
5.
Antropologi
social.
Dengan
demikian, layanan layanan yang di jalankan oleh para konselor barat dalam
peroses konseling, sebenarnya telah lebih dahulu dikenal oleh islam, yaitu
seperti yang diperaktekkan oleh Rasulullah SAW pada abad ke 14 yang lalu,
walaupun istilah dan caranya tidak persis sama, namun tujuan dan cara-cara yang
ditempuh, justru apa yang dilakukan Rasulullah jauh lebih baik. Perbedaanya
terlihat dari segi istilah, dimana barat menggunakan peroses konseling,
sedangkan dalam islam dikenal dengan istilah penasihat atau hisbah.
Peroses konseling yang
dilakukan bertujuan untuk menggembalikan manusia kepada potensi dasarnya yaitu
manusia yang fitri, fitri berarti kembali kepada kesucian dan kebenaran yang
meliputi aspek jasmani dan rohani. Dengan kembalinya manusia dalam kondisi
fitri ini, manusia akan mendapatkan kembali keceriaan hidup,kegembiraan dan
kebahagiaan, baik kebahagiaan di dunia,maupun kebahagiaan di akhirat.
Dengan demikian,tujuan bimbingan dan
konseling islam dapat dirumuskan sebagai usaha memberikan bantuan kepada
seseorang atau sekelompok orang yang sedang mengalami kesulitan lahir dan bati
dalam menjalankan tugas-tugas hidupnya dengan menggunakan pendekatan agama,
yaitu membangkitkan kekuatan getaran batin (iman) didalam dirinya untuk mendorongnya
mengatasi masalah yang dihadapinya. Bimbingan dan Konseling Islam merupakan
bantuan yang bersifat mental spiritual. Melalui kekuatan iman dan ketaqwaan
kepada Allah SWT, seseorang itu mampu mengatasi sendiri problema yang sedang
dihadapi.[4]
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Landasan adalah dasar dasar yang harus kita ketahui untuk
mengetahui macam-macam kategori masalah yang sedang dihadapi oleh klien. Dan
bimbingan dan konseling memerlukan sejumlah landasan yaitu ; landasan filosofis,
landasan religius, landasab psikologis, landasan sosial budaya, landasan ilmiah
tekhnologi dan landasan pedagogis.
DAFTAR PUSTAKA
Prayitno
dan Amti, Erman, 2004 Dasar-dasar bimbingan dan konseling, Jakarta:
Rineka Cipta.
Faqih,
Aunur Rahim, 2001, Bimbingan dan Konseling dalam islam
Geral corey, (2005). Teori dan
praktek konseling dan psikoterapi. Bandung: PT
Refika Aditama.
W.S,
Winkel, 1991 Bimbingan dan Konseling di institusi pendidikan, jakarta
: PT
Grasindo
Sutirna.Bimbingan
dan Konseling.CV.Andi Offsed
[1] Sutirna.Bimbingan dan Konseling.CV.Andi Offsed.h.36-38.
[2] Prayitno dan Erman, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, (Jakarta
: PT Rineka Cipta, 2004).hal 135-180
[3] Tarmizi.Landasan psikologis.h.62.
[4] Lahmuddin Lubis.Landasan Formal bimbingan dan konseling di
indonesia.Bandung:citapustaka,2012.